Singkatan KLB Demokrat
Singkatan KLB Demokrat

Singkatan KLB Demokrat

Diposting pada

Singkatan klb demokrat – Apa Itu KLB Partai Demokrat? Kongres Luar Biasa (KLB) ialah jadwal partai yang satu diantaranya mempunyai tujuan untuk pilih dan memutuskan ketua umum.

Disamping itu, minta dan memandang Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pergelaran Kongres Luar Biasa juga harus disepakati oleh Majelis Tinggi Partai. Sementara sekarang ini, status Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat digenggam oleh SBY.


kriteria klb, klb singkatan dari, apa itu klb bangunan, apa itu klb dalam politik, contoh klb, isi klb, klb demokrat, klb deli serdang.


Baca Juga: KUBU KLB Demokrat Berpotensi Menang di Kemenkumham, Ini Alasannya

Seperti tercantum pada AD/ART Partai Demokrat pasal 81, kongres ialah pemegang kekuasaan paling tinggi partai yang diadakan sekurangnya sekali dalam 5 tahun. Kongres Luar Biasa mempunyai kuasa dan kekuasaan yang serupa dengan Kongres.

Kongres dan Kongres Luar Biasa berkuasa (ayat 3) untuk:

  • Minta dan memandang Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Pusat.
  • Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
  • Pilih dan memutuskan Ketua Umum. Memutuskan Formatur Kongres.
  • Membuat Program Umum Partai.
  • Memutuskan Keputusan Kongres yang lain.

Kongres Luar Biasa bisa diselenggarakan atas keinginan (ayat 4):

  • Majelis Tinggi Partai, atau
  • Sekurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlahnya Dewan Pimpinan Wilayah dan 1/2 (satu per dua) dari jumlahnya Dewan Pimpinan Cabang dan disepakati oleh Ketua Majelis Tinggi Partai.

Kongres Luar Biasa bisa dilaksanakan khusus untuk peralihan atau pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dengan masih tetap penuhi persyaratan seperti diartikan ayat (4) itu.

Saat Demokrat tim Moeldoko ditampik Menkumham, tim AHY menekan pengurusan versus Kongres Luar Biasa (KLB) supaya mohon maaf ke warga dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut diutarakan Demokrat tim AHY, yaitu Herzaky Mahendra Putra, sebagai Kepala Tubuh Komunikasi Vital, DPP Partai Demokrat.

“Tim Moeldoko yang perlu meminta maaf ke rakyat dan Presiden. Mereka perlu meminta maaf ke rakyat, karena dua hal,” kata dikutip dari Di antara.

Menurut dia, tim Moeldoko harus mohon maaf ke Presiden Jokowi karena dipandang bolak-balik bawa nama presiden dalam beragam peluang.

“Kami juga benar-benar tak pernah menunjuk keterkaitan Bapak Presiden dalam pergerakan yang menerpa kami tempo hari. Yang kami berikan ialah ada usaha mencatut nama Bapak Presiden,” sebut ia berkelit.

Selanjutnya, Herzaky mengatakan jika tim Moeldoko perlu mohon maaf ke warga karena dua hal, yakni pertama karena KLB dipandang membuat berisik ruang umum.

“Tidak ada nilai-nilai demokrasi yang dapat diteladani. Malah barisan Moeldoko sepanjang 2 bulan ini mempertunjukkan sikap yang tidak mematuhi hukum dan meremehkan norma, kepribadian, dan kepatutan,” katanya.

Selanjutnya, hal ke-2 yakni tim Moeldoko dipandang membuat beberapa petinggi negara, pelayan warga, di Kementerian Hukum dan HAM habiskan waktu dan energi untuk masalah KLB.

“Masih barisan Moeldoko ini memaksa diri dan membuat waktu beberapa petinggi Kemenkumham yang semestinya dapat semakin produktif untuk kebutuhan rakyat, jadi tersita untuk mempelajari dan pelajari beberapa berkas mereka,” tutur Herzaky.

Sumber: tirto.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *