Mengenal Trading forex

Mengenal trading forex

Mengenal trading forex – Untuk Anda yang pernah atau bahkan juga kerap pergi ke luar negeri, barangkali tidak asing dengan penukaran mata uang atau valuta asing (foreign exchange/forex).

Kalau Anda melihat, nilai ganti juga dapat naik dan turun atau berfluktuasi terkait kapan Anda mengganti uang yang Anda punya dengan mata uang yang lain.

Fluktuasi nilai ganti itu selanjutnya digunakan untuk beberapa orang selaku salah satunya instrumen lakukan investasi dan meraih keuntungan. Ingin tahu bagaimana langkahnya?

Baca Juga: 

Tax Free Countries For Forex Trading

Can You be a Billionaire Trading Forex

Syarat WD Bonus 100 FBS serta Peraturannya

Secara simple, Anda dapat kerjakan investasi dengan menaruh mata uang asing dalam jangka periode tersendiri dalam rumah atau di bank dan menggantikannya kembali saat mata uang yang ditaruh merasakan pemantapan nilai ganti.

Akan tetapi, sebetulnya ada teknik yang lain dilaksanakan beberapa investor buat meraih keuntungan makin banyak, yaitu dengan kerjakan beli-jual dengan penukaran mata uang (trading forex)

Akan tetapi, bukan investasi namanya kalau tiada resiko. Dengan kekuatan untung yang tinggi, kemungkinan rugi juga lumayan besar. Seberapa jauh resiko dan kemungkinan memperoleh keuntungan?

Mengenal Trading forex butuh Perencana keuangan. Eko Endarto berkata, trading forex kebanyakan dilaksanakan secara derivatif atau memakai kontrak di antara satu faksi dengan faksi yang lain (bilateral).

Kontrak itu, berbentuk persetujuan penukaran pembayaran yang nilainya berawal dari produk sebagai nilai referensi, dalam perihal tersebut ke-2 mata uang yang dapat dipertukarkan.

“Jadi ada kontrak pembelian, nach investor turut dalam transaksi bisnis kontrak barusan. Kontraknya berbentuk derivatif,” papar Eko ke CNNIndonesia.com, diambil Sabtu (19/1).

Trading forex ini biasanya dilaksanakan di bursa berjangka sebab pembawaannya tidak berbentuk fisik. Berlainan dengan investasi forex di bank dengan mengganti uang fisik.

Pertama kali, Anda mesti memutuskan broker sah dari dalam negeri atau luar negeri yang dibawahi langsung oleh wewenang perdagangan berjangka komoditi di semasing negara. Di Indonesia sendiri, wewenang itu dibawahi Tubuh Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Barangkali lebih bagus pakai broker dari Indonesia saja, seramnya pakai broker luar negeri nyatanya tidak sah,” tutur Eko.

Beberapa broker yang dapat menyiapkan sarana trading forex di Indonesia dan memperoleh ijin Bappebti, seperti PT Askap Futures, PT Monex Investindo Futures, dan PT Soegee Futures.

Selesai memutuskan, Anda langsung bisa kerjakan register dengan buka account. Selanjutnya, broker yang Anda putuskan dapat mendidik Anda bagaimana caranya membaca diagram atau chart gerakan nilai mata uang setiap negara.

Kepala Penelitian Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memaparkan, investor mesti menggulirkan modal awalnya kurang lebih US$500 dolar atau kurang lebih Rp6,65 juta (kurs Rp13.300 per dolar AS). Modal awalnya ini selanjutnya dapat dipakai buat mulai trading.

“Jadi kelak trading-nya memakai dana awalnya US$500 dolar ini,” jelas Ariston.

Setelah itu, Anda langsung bisa kerjakan trading atau membeli (buy) mata uang yang Anda butuhkan. Mata uang ini selalu akan berdampingan dengan mata uang yang lain, misalkan USD/EUR atau USD/JPY.

Jika USD yang di muka, jadi berarti Anda beli mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) yang sebanding dengan mata uang Euro atau Yen Jepan. Akan tetapi, kalau dibalik jadi EUR/USD berarti Anda beli mata uang Euro yang sebanding dengan Dolar AS, dan begitupun dengan JPY/USD.

“Jadi saksikan mata uang yang di muka, namun terus lihat sentimen dari ke-2 negara,” kata Ariston.

Contoh sentimen untuk AS, misalkan, saat ada obyek peningkatan suku bunga The Fed sejumlah 2x dalam 1 tahun jadi mata uang Dolar AS langsung akan kuat. Terkecuali itu, kebijaksanaan Donald Trump dapat ikut pengaruhi gerakan forex.

“Jadi saksikan sentimen dari beberapa negara yang mata uangnya diperjualbelikan,” ucapnya.

Akan tetapi demikian, trading forex ini berlainan dengan investasi yang lain sebab terdapat sifat dua arah. Jika dibanding dengan saham, investor beli saham dengan harga rendah dan menjualnya saat harga saham udah naik buat mewujudkan keuntungan.

Nach, dengan trading dua arah ini, investor tak usah begitu waswas kalau ada sentimen negatif pada mata uang yang di trading kan. Karenanya investor dapat jual kontrak forex nya saat dianya belum mempunyai kontrak itu.

“Jadi jika saat ini misalkan harga US$100, namun 2 hari kembali prediksi investor (nilai mata uang yang lain) jadi US$80. Agar bisa untung dapat jual dahulu kelak 2 hari kembali beli ke angka US$80,” jelas Eko.

Dengan begitu, investor dapat memperoleh untung US$20. Dana pembelian dapat terpenggal dari margin investor, berikut dengan keuntungan yang diperoleh.

Tidak Buat Pemula

Eko beranggapan, seharusnya Anda mesti merasakan investasi saham lebih dulu, saat sebelum kerjakan trading forex. Karenanya trading forex lebih susah dan tidak seringan saham. Terkecuali itu, gerakannya sendiri lebih aktif.

“Jadi trading forex ini diperuntukan untuk yang udah lama berkiprah dalam dunia investasi sebab resikonya tinggi,” ungkapkan Eko.

Kecuali saham, barangkali Anda dapat juga coba dahulu investasi emas secara fisik supaya tidak terkejut saat memperoleh rugi saat harga emas turun. Selanjutnya, Anda dapat berpindah buat trading emas di bursa berjangka, anyar selanjutnya trading forex.

“Jadi merasai dahulu mempunyai barang yang harga naik dan juga turun,” terang Eko.

Dengan gerakan nilai mata uang yang paling berubah-ubah, Eko menyebutkan rerata imbal hasil (return) yang bisa diperoleh investor dari trading forex dalam 1 tahun dapat sampai 30 prosen sampai 40 prosen.

“Jika saham rerata setahunnya cuman 10 prosen sampai 20 prosen,” tutup Eko. (agi/agi)

Default image
admin
Articles: 219

Leave a Reply